Sekolah Tinggi Teologi

STAPIN

SEAPIN

Majalengka

Beranda
Galeri Tentang Persyaratan Masuk Kalender Akademik Dosen dan Staff



Wanita Bijak Menurut Alkitab

Kategori : Jurnal | 2017-05-29 11:33:20

Pengertian Wanita Bijak Menurut Alkitab

     Manusia merupakan karya terbaik Allah, sehingga manusia disebut segambar dan serupa dengan Allah. Yang paling menarik adalah bagaimana wanita diciptakan oleh Tuhan. Allah menciptakan wanita dengan cara yang sangat unik. Seperti tertulis dalam Kejadian 2:21-23: “lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia
akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

    Ayat di atas menggambarkan bagaimana Allah menciptakan manusia. Dia menciptakan wanita bukan dari debu tanah melainkan dari tulang rusuk seorang laki-laki.  Tujuan Allah menciptakan wanita adalah supaya dia menjadi teman yang sepadan dengan laki-laki. Sebagai penolong bagi seorang laki-laki, pasti Tuhan sudah menaruhkan dalam diri seorang wanita sesuatu untuk menolong laki-laki yaitu hikmat (pengertian) dan kelemah-lembutan serta kebijakan.

     Dalam Amsal 14:1 memberikan pengertian tentang wanita yang bijak, yaitu wanita yang membangun rumahnya artinya wanitalah yang harus merancang rumah  tangganya, bagaimana caranya supaya rumah tangganya tidak runtuh berantakan, tetapi kokoh berdiri dan bagaimana menjadi penolong dalam keluarga baik bagi suami maupun bagi anakanaknya. Dalam Amsal 31:10-31 memberikan pengertian tentang wanita yang bijak adalah wanita yang dapat membahagiakan keluarganya melalui kecakapan dan kerajianannya.

     Menurut Matius 25:1-13 wanita yang bijak adalah wanita yang memiliki hikmat dalam bertindak, hal itu terlihat dari ayat 4 yang berbunyi: “sedangkan gadis-gadis yang bijaksana membawa pelita dan minyak dalam buli-buli mereka.” Mereka sadar (berhikmat) dalam masa menunggu membutuhkan waktu yang akan menghabiskan minyak yang ada di pelita mereka, sehingga mereka pun membawa persediaan.

     Dari pengertian-pengertian di atas penulis mengambil kesimpulan bahwa, wanita yang bijak adalah wanita yang membangun rumahnya dengan memberikan kebahagiaan kepada keluarganya melalui kecakapan dan kerajinannya serta memiliki hikmat dalam bertindak.

Artikel

Berita